Connect with us

Pendakian Gunung Manglayang

Puncak Gunung Manglayang

Pendakian Gunung

Pendakian Gunung Manglayang

Gunung manglayang merupakan gunung yang terletak di antara kabupaten Sumedang dan Kota Bandung, Jawa Barat. Memiliki ketinggian 1818 mdpl. Menurut informasi yang saya dapatkan dari beberapa sumber, ada 8 jalur yang bisa digunakan untuk sampai di gunung manglayang, namun hanya 3 saja yang paling populer digunakan. Pertama dari batu kuda bandung, baru beureum sumedang dan palintang.

Pendakian Gunung Manglayang 16-18 Februari 2018

Mengetahui informasi gunung manglayang dari blog-blog pendaki juga dari obrolan teman-teman pendaki. Awalnya tidak tertarik karena hanya memiliki ketinggian di bawah 2000an, tapi setelah melihat beberapa video dari youtube akhirnya saya mulai ada keinginan untuk pergi kesana dan tertarik untuk melakukan pendakian. Rencana awalnya berangkat pada bulan januari, namun gagal karena tidak ada waktu yang pas. Barulah pada bulan februari ini ada kesempatan untuk melakukan pendakian gunung manglayang. Bukan hanya itu, saya juga berencana melanjutkan pendakian ke bukittunggul.

Dari Tasikmalaya saya tidak berangkat sendirian, total semua anggota yang ikut serta ada 8 orang, 7 dari tasikmalaya dan 1 orang dari bandung.

Tanggal 16
Jam 15.15 WIB, berangkat dari Shelter Dadaha Tasikmalaya dengan angkutan umum ke pool bus primajasa. Sesampainya di pool, tidak perlu menunggu lama, karena di depan pool sudah ada bus yang berangkat. Bergegaslah kami naik. Bus nampak kosong, sehingga kami lebih leluasa untuk mengobrol atau berdisuksi.

Jam 18.30, Sampai di Cileunyi bandung. Kami istirahat untuk melepas efek dari bus. Memesan kopi di sebuah warung sambil menunggu satu anggota tim dari Bandung. Kira-kira satu jam kami istirahat, dan semua anggota sudah berkumpul, kami langsung berangkat dengan menyewa 1 angkutan umum. Jam 19.00 WIB kami tiba di batu kuda, lalu istirahat sholat dan makan.

Jam 21.00 WIB kami mulai menapaki jalur batu kuda dengan target puncak. Semilir angin, udara dingin dan segarnya udara mulai menyapa. Tanjakan pun mulai terpijak, pundak menahan beban ransel dan selangkah demi selangkah kami berjalan. Jalur Batu Kuda sepertinya persis dengan jalur dayuh manggung gunung cikuray, tanjakan disertai pijakan akar pohon yang membantu kami berjalan.

Kira-kira 60 menit kami berjalan, tim dibagi menjadi 2, yang fisiknya bagus dipersilahkan untuk berangkat lebih dahulu. Karena salah satu dari anggota kami ada sesepuh yang ikut serta, sehingga sebagian harus berjalan lebih santai bersama beliau.

Tanggal 17
Jam 01.30 WIB kami tiba di puncak, disambut angin dan bibir berucap syukur karena tiba di puncak dengan selamat. Ada sekitar 5 tenda yang sudah lebih dulu berdiri di puncak, dan 2 tenda dari tim kami. Kami beristirahat melepas lelah, sambil mengobrol.

Siang hari sambil berjemur dan memasak makanan, di puncak gunung manglayang kami bersenda gurau. Menikmati setiap hembus angin dan sembari melakukan evaluasi perjalanan semalam. Rencana turun gunung pun mulai dibicarakan. Kami sepakat untuk turun melewati jalur palintang, untuk melanjutkan kembali pendakian ke Gunung Bukit Tunggul.

Siangnya, kira-kira jam 10 kami sudah beres packing dan siap untuk turun gunung. Kami putuskan untuk turun melalui arah kanan. Berbekal informasi dari sumber yang sebenarnya masih samar (orang yang kami temui di puncak) kami turun. Selang waktu beberapa jam, jalur semakin menurun ke arah jatinangor dimana jalur ini dikenal dengan nama Barubeureum.

Ternyata kami salah memilih jalur, bukannya ke palintang tapi malah turun melalui Barubeureum. Sedikit enggan kalau naik kembali, kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan turun gunung ke Barubeureum. Di pos 1 jalur Barubeureum kami sampai pada jam 11, rehat sejenak lalu turun ke areal yang lebih luas untuk mendirikan tenda. Di Barubeureum kami putuskan untuk menginap dan pulang keesokan harinya.

Tanggal 18
Pagi hari setelah beres sarapan dan membersihkan diri, kami segera packing dan berbegas untuk pulang. Dari Barubeureum tidak ada akses transportasi umum, kami harus jalan kaki. Di tengah sengatan matahari yang panas, kami berjalan kaki kira-kira 2 jam untuk sampai di Jatinangor. Rehat sejenak untuk sholat di mesjid ITB lalu kami lanjutkan perjalanan dengan angkutan umum menuju tempat cek bus Primajasa. Tak berselang lama, bus datang, kami langsung naik. Malam hari kami sampai di Tasikmalaya dengan selamat.

Continue Reading
Advertisement

Mencoba menulis apa yang ditemukan dalam kehidupan dan berharap semua karya ini abadi. Bermanfaat dan dapat menjadi media untuk mengasah kemampuan menulis.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pendakian Gunung

Jendela




Baca Juga

menyikapi kematian di gunung
hari buruh

Catatan

Untuk Hari Buruh

By May 1, 2018
Puncak Gunung Manglayang

Pendakian Gunung

Pendakian Gunung Manglayang

By April 3, 2018
Peralatan Mendaki Gunung untuk Kelompok

Tempat Wisata

Nuansa Bening Curug Pamutuh

By January 16, 2018




To Top