Tips Agar Tidak Terjebak Dalam Keramaian Pendakian Gunung

pendaki masal

Beberapa tahun kebelakang, setelah munculnya film 5cm, dunia pendakian gunung mulai mengalami peningkatan. Banyak sekali anak muda yang tertarik dengan dunia pendakian bahkan jumlahnya sangat signitifikan, tinggi dan pesat sekali. Diantara keberadaaan mereka bermunculan kebiasaan-kebiasaan yang negatif, membuat sebagian kelompok pendaki merasa tidak nyaman dan merindukan suasana alam yang hening sebagaimana sifatnya.

Gunung-gunung yang biasanya damaipun nyaris tidak pernah sepi dari para pengunjung, jalur-jalur yang menjadi tempat mengasah diri sekarang penuh dengan pendaki alay, keheningan alam dan senyap-senyap suasana pegunungan seperti sudah mulai punah.

Kemudahan informasi serta keberanian yang meluap juga turut andil menjadi penyebab banyaknya pendaki-pendaki baru mulai aktif mendaki gunung. Kalangan pendaki gunung pemula ini rata-rata sudah full conect to internet, sehingga informasi tentang gunung mudah sekali didapatkan.

Internet juga membuat apa yang mereka temukan secara bebas dapat dipamerkan, hal tersebut secara tidak langsung membuat banyak lagi kaum anak muda lainnya ikut-ikutan penasaran dengan dunia pendakian. Lalu, semakin banyak lagi jumlah pendaki di indonesia ini.

AKHIRNYA, GUNUNG-GUNUNG SUDAH SEPERTI PASAR MALAM. RAMAI, BISING, GADUH DAN MEMUAKAN! TIDAK HENING SEPERTI DULU LAGI!

Untuk itu, bagi Anda pecinta keheningan alam saat mendaki gunung dan merasa terganggu dengan keberadaan mereka, Anda harus mulai berfikir untuk menemukan pendakian gunung Anda sendiri. Mungkin beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

Pemilihan waktu yang tepat untuk pendakian
Pendakian yang banyak dilakukan oleh para pendaki adalah pada waktu libur, sehingga gunungpun pastinya akan penuh. Untuk menghindari keramaian yang mengganggu pendakian, kita pilih hari kerja atau hari sekolah. Supaya damai!

Membuat jalur sendiri
Keheningan dan arti dari pendakian dapat Anda temukan pada jalur yang Anda buat sendiri. Membuat jalur baru akan memicu keahlian membaca peta, menggunakan kompas dsb bisa Anda praktekan kembali, sehingga suasana pendakian akan merangsang semangat pendakian dan cara mendaki gunung Anda sendiri dapat muncul kembali.

Mendaki gunung yang tidak populer, tidak terlalu tinggi dan masih bersih
Indonesia kaya akan gunung-gunungnya yang rimbun, dan diantaranya ada yang masih perawan. Belum terjamah dan masih bersih. Ini adalah pilihan yang patut diperhatikan, jika Anda termasuk pendaki yang suka keheningan. Biasanya, gunung jenis ini bukan pilihan untuk menjadi tempat para pendaki pemula saat ini.

3 tips di atas mungkin bisa membantu Anda untuk menemukan suasana lama yang sangat Anda rindukan ketika melakukan pendakian. Semoga bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung. Hidupkan kembali semangat mendaki gunung Anda, jangan berhenti mendaki gunung hanya karena sekarang gunung-gunung sudah penuh oleh orang-orang yang tidak Anda sukai!