Catatan Perjalanan Pendakian Puncak Karantenan Gunung Sawal

pendakian puncak karantenan gunung syawal

Sedikit heran dengan pendakian gunung ini, karena memang saya rasa terlewatkan. Jika pada sebelumnya saya bersikeras untuk bisa melakukan pendakian-pendakian ke puncak gunung di jawa tengah dan jawa timur. Ternyata tersadar sendiri bahwa ada gunung yang sama sekali belum pernah saya daki, meskipun jaraknya tidak sejauh dari tasikmalaya ke kota malang misalnya.

Dua tahun kebelakang, akhirnya saya bisa sempatkan diri untuk mendaki gunung ini bersama kawan-kawan. Gunung ini adalah pegunungan sawal yang mana tedapat beberapa puncak dan memiliki medan pendakian yang lumayan menarik untuk didaki. Karantenan adalah salah satu nama puncak di pegunungan Sawal dengan ketinggian kira-kira 2.400mdpl. Terletak di kawasan panjalu Ciamis, Jawa Barat. Untuk mencapai puncak karantenan, yang paling mudah bisa melalui desa tembong, Ciamis, Jawa Barat.

Setelah mengumpulkan beberapa informasi tentang lokasi puncak gunung sawal ini, saya bersama kawan-kawan dari tasikmalaya berangkat pada tgl 06-07-2015 menggunakan sepeda motor sampai rajapolah. Dari rajapolah berangkat ke desa tembong menggunakan mobil bak sewaan. Kira-kira satu jam dari rajapolah, kami sampai di desa tembong, dan mulai mencari sesepuh dari desa tersebut.

Setelah bertanya-tanya ke warga sekitar, kami menemukan rumah sesepuh tersebut. Kami bertemu dengan sesepuh dan meminta izin untuk bisa melakukan pendakian puncak karantenan. Tidak lama kemudian, setelah kami meminta izin, akhirnya kami dibolehkan untuk naik hari itu juga. Dengan bekal sedikit informasi tentang jalur dan lokasi puncak kami langsung bergegas naik. Kami tidak dipungut biaya seperti pada umumnya di pos-pos pendakian, tetapi kami hanya diminta untuk mengisi kotak amal sebagai sumbangsih untuk warga tembong.

Pendakian Puncak Karantenan

Pada jam 15.30 WIB kami mulai pendakian dengan melewati pemukiman warga, lalu melewati sawah, ladang perkebunan kopi dan pinus. Keramahtamahan warga sekitar dan kesejukan alam menjadi salam pembuka bagi pendakian ini. bukan hanya itu, jalur pun tidak rumit ditemukan karena sudah terdapat papan pertanda menuju ke puncak karantenan.

Setengah jam perjalanan kami masih di perkebunan pinus, lalu memasuki kawasan ladang kopi, baru setelah satu jam berjalan kami memasuki kawasan hutan. Melewati jalur menanjak dan bebatuan membuat tubuh kami semakin lelah. Sehingga selang waktu beberapa jam kami terus beristirahat untuk mengembalikan kondisi tubuh dan nafas yang cukup terengah. Hari pun semakin gelap, dan kami sampai di puncak pada jam 19.00 WIB.

Setelah beristirahat melepas lelah, kami baru sadar bahwa air di puncak ternyata kotor. Di puncak karantenan ada dua buah kubangan air serupa kolam yang bisa dimanfaatkan untuk minum dan memasak. Karena kemarau, air tersebut menjadi kotor dan sedkit berbau. Akhirnya kami harus membagi tim menjadi dua, satu mendirikan tenda dan satu lagi turun kembali mencari sumbar air.

Saya sendiri mendapatkan tugas mendirikan tenda, dan kawan yang lain turun untuk mencari air. Ternyata, sumber air hanya bisa ditemukan di kawasan perkebunan, yang cukup jauh dan membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam untuk sampai ke lokasi sumber air tersebut.

Setelah semua anggota tim berkumpul, tenda sudah rapih didirikan dan air pun ada, kami sholat secara bergantian dan kembali membagi tugas untuk menyiapkan makanan dan beberapa gelas kopi untuk menghangatkan badan. Sampai malam larut, dihabiskan untuk evaluasi pendakian dan mengobrol panjang lebar soal pendakian gunung, lalu istirahat (tidur).

06-07-2015
Suhu lumayan dingin, pagi hari kami semua sudah bangun. Memasak dan membuat kopi serta mulai merencanakan perjalanan turun gunung. Karena pada awalnya kami memiliki niat untuk turun melewati pasir ipis (salah satu puncak sawal lainnya) kami pun sepakat untuk tidak turun ke desa tembong dan melanjutkan perjalanan ke pasir ipis.

Setelah beres makan dan puas dengan beberapa gelas kopi, kami segera packing untuk melanjutkan perjalanan. Berhubung semua anggota tim pendakian belum pernah melakukan pendakian ke puncak karantenan ini, kami hanya mengkira-kira letak pasir ipis dan menghubungkannya dengan informasi yang sudah kami dapatkan dari teman-teman yang sudah pernah.

Awalnya dari puncak kami memilih arah kanan, akan tetapi jalur cukup terjal dan sepertinya jarang terinjak oleh pendaki. Sehingga kami memilih jalur kiri yang lebih masuk akal, karena sudah terlihat ada jalur dan sepertinya sering terinjak oleh para pendaki. Bereselang beberapa jam dari puncak dan mengikuti jalur tersebut, medan semakin menurun dan terjal. Kami beberapa kali harus menggunakan tali sebagai pengaman. Ternyata semakin kami turun, jalur semakin terjal dan tidak dapat dilalui.

Setelah dirasa berat dan tidak memungkinkan dilanjutkan, akhirnya kami sepakat untuk turun kembali melalui jalur desa tembong. Kami kembali naik ke puncak lalu turun melalui jalur awal dan sampai di desa tembong pada jam 18.00 WIB. Malam hari itu juga kami langsung menyewa mobil untuk pergi ke rajapolah dan bergeas pulang. Kira-kira pukul 23.00 WIB kami sampai di rumah masing-masing.

Dokumentasi Pendakian Puncak Karantenan

Itulah cerita perjalanan pendakian puncak karantenan. Bagi Anda yang berminat untuk melakukan pendakian puncak karantenan, silahkan bisa melalui desa tembong Ciamis, Jawa Barat.