Pendakian Gunung Papandayan Cisurupan Garut Jawa Barat

pendakian gunung papandayan

Gunung Papandayan adalah gunung api strato (kerucut) dengan ketinggian 2665Mdpl, terletak di garut tepatnya di kecamatan cisurupan jawa barat. Salah satu daya tarik gunung ini adalah terdapat kawah aktif, salah satunya yaitu kawah emas. Banyak wisatawan dalam maupun luar negeri yang berkunjung hanya sekedar melihat dan berfoto di kawasan kawah ini. Bagi orang awam, bahkan sebagian pendaki kawah emas terlihat aneh karena mengeluarkan semburan uap panas.

Gunung Papandayan
Ketinggian: 2665mdpl
Letak: Garut, Jawa Barat Indonesia

Menikmati keindahan dan keunikan gunung papandayan merupakan salah satu wisatawan dan para pendaki berkunjung. Kawasan puncak tegal alun, blok pondok saladah, sumber air panas dan kawah emas memiliki daya tarik yang luar biasa. Sehingga gunung ini tidak pernah sepi dari para pengunjung. Terakhir kali saya berkunjung ke papandayan, jalan menuju camp david masih rusak berat sehingga menghambat perjalanan. Dengan diperbaikinya jalan tersebut, saat ini akses kendaraan  menuju gunung papandayan menjadi semakin mudah.

Tiket masuk di gerbang pintu papandayan hanya Rp.7.500,- dan retribusi kebersihan Rp.5000,- (mei 2015) sekarang mungkin tarif naik. Dari camp david anda bisa langsung melewati kawah emas, untuk mencapai puncak tegal alun. Dengan waktu sekitar 4-5 jam dengan berjalan kaki dari camp david anda akan sampai di pondok saladah. Kawasan dengan luas puluhan hektar dimana tumbuh bunga edelweiss. Pondok saladah bisa anda manfaat untuk mendirikan tenda, dan keesokan harinya bisa melanjutkan perjalanan ke puncak tegal alun.

Suhu di pondok saladah sangat dingin, sehingga anda harus benar-benar mempersiapkan jaket dan kantong tidur yang hangat. Agar tubuh tetap hangat dan mencegah hypotermia. Di pondok saladah anda akan banyak menemukan tanaman bunga edelweiss yang sangat indah. Serta pemandangan komplek hutan mati yang tidak kalah indahnya dengan bunga edelweiss.

Hutan mati di gunung papandayan adalah komplek sisa-sisa letusan, salah satu kawasan yang menawarkan sisi lain keindahan gunung papandayan. Hanya membutuhkan beberapa menit saja dari pondok saladah anda bisa sampai komplek hutan mati ini. Dari pondok saladah anda bisa melanjutkan perjalanan menuju puncak tegal alun. Titik tertinggi gunung papandayan. Dengan perjalanan yang santai, anda cukup membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai tegal alun dari pondok saladah.

Pendakian Gunung Papandayan Tahun 2009

Ini catatan pendakian gunung papandayan yang saya lakukan pada tanggal 18-19 september 2009. Saya mendaki gunung papandayan sepulangnnya mendaki gunung guntur. Ceritanya menghemat biaya dan memanfaatkan waktu libur kerja yang masih panjang. Dari gunung guntur jawa barat saya nebeng truk yang mengangkut pasir sampai ke terminal guntur. Lalu naik elf sampai ke cisurupan (mesjid agung). Sampai di cisurupan malam hari sekitar jam 19.00, naik ojeg sampai ke camp david.

Di camp david suhu sudah mulai dingin. Saya dirikan tenda, sekitar 100 meter dari mushola dekat pos pendaftaran pendakian. Hujan turun, dan saya memilih untuk tidur karena badan sudah lemah sepulangnnya dari pendakian gunung guntur. Dengan tidur badan bisa kembali fit, saya juga tidak lupa mengonsumsi madu untuk mendukung pemulihan kondisi tubuh saya.

Pagi hari cuaca langit mendung, saya memilih untuk tetap melanjutkan pendakian ke puncak. Sekitar jam 08.00 WIB saya mulai berjalan, melewati kawah emas dengan uap panasnya yang menyembur. Jalur tidak begitu menanjak, sekitar satu jam saya masuk ke jalur yang rindang di bawah pepohonan. Dan sampai di tegal alun sekitar jam 12.00 WIB. Istirahat, sholat dan makan. Kabut semakin tebal, udarapun semakin dingin. Diantara bunga-bunga edelweis di pondok saladah saya istirahat, memandangi komplek hutan mati yang indah, meskipun dalam keadaan berkabut.

Untuk mencapai puncak tegal alun ada dua jalur. Yaitu melewati komplek hutan mati dan arah kanan yang terlihat seperti bekas aliran sungai. Saya pilih arah kanan. Medan daki semakin menanjak, kabut juga tidak kunjung hilang. Saya tidak sampai ke puncak tegal alun, karena teman saya mengeluh tidak kuat lagi melanjutkan perjalanan. Sayang sekali, padahal puncak sudah mulai terlihat. Saya turun kembali menuruni jalur, dan sampai di camp david jam 16.00 WIB. Pada tahun 2010 akhirnya saya bisa kembali mendaki gunung papandayan, dan sampai di tegal alun.