Pendakian Gunung Merbabu dan Merapi Jawa Tengah

pendakian merbabu dan merapi

Setelah mengatur waktu, mencari informasi dan memastikan transfortasi, saya berangkat dari tasikmalaya bersama dua orang teman untuk pendakian gunung merbabu dan merapi. Kami berangkat dari tasikmalaya menggunakan bus, sampai magelang dan naik bus juga dari magelang sampai ke tekelan.

17 juni 2012 berangkat dari pool budiman tasikmalaya, sampai di magelang dini hari dan langsung naik lagi bus menuju tekelan. Sampai di tekelan kira-kira jam 08.00 WIB langsung jalan kaki untuk istirahat sejenak di pos pendakian gunung merbabu. Setengah jam kami rehat di pos, lalu mendaftarkan diri dan selanjutnya mulai menapaki jalur gunung merbabu untuk mencapai puncak.

Pendakian Gunung Merbabu

pendakian gunung merbabu

Melewati ladang penduduk setempat, udara segar dan hijau pepohonan mulai dapat kami nikmati dari awal melakukan perjalanan. Di POS 1 istirahat sejenak sambil mengisi air kedalam jerigen dan melanjutkan kembali untuk mencapai pos 3. Jam 15.00 tiba di pos 3, lalu segera mendirikan tenda, sebelum hari gelap dan udara menjadi semakin dingin. Camp 1 kami dirikan di pos 3, dan beristirahat untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya menuju puncak.

19 juni 2012, jam 08.00 WIB berangkat, melewati pos 4 (lempong), pos 5 (watu gubuk), pos 6 (watu tulis/peancar), jembatan setan, dan mengambil ke arah kiri ke puncak syarif. Di puncak syarif kami istirahat, mengisi perut dengan beberapa makana ringan lalu melanjutkan ke puncak tringulasi (titik tertinggi gunung merbabu). Melewati ondo rante dan khenteng songo, tiba di puncak jam 14.00 WIB. Di puncak menghabiskan waktu sekitar 1 jam, lalu beranjak turun melalui jalur selo.

Jam 15.00 WIB kami dirikan tenda, di padang edelweis tidak jauh dari puncak tringulasi sebagai camp 2. Hari semakin gelap dan dingin, kami putuskan untuk segera masuk tenda dan mengisi perut dengan beberapa makanan. Malamnya tidak berani keluar, badan lemas dan sendi kaki sudah mulai terasa sakit, dan memilih untuk istirahat memulihkan kondisi tubuh agar besok bisa kembali melanjutkan perjalanan.

20 Juni 2012, jam 08.00 WIB tenda dan semua perlengkapan segera kami kemas ke dalam ransel dengan perlengkapan lainnya. Mengisi perut dan berdo’a, melanjutkan perjalanan turun ke selo. Tiba di pos pendakian jalur selo jam 13.00 WIB, istirahat dan langsung berangkat menuju pos pendakian gunung merapi.

Pendakian Gunung Merapi

pendakian gunung merapi

Masih di tanggal 21 juni 2012, menjajal jalanan aspal dengan berjalan kaki. Rasanya ujung kaki sakit sekali, panas dan langkah mulai lambat. Tapi setelah melihat kokoh tinggi gunung merapi, semangat kembali besar untuk dapat mendaki sampai kepuncaknya. Tiba di pos merapi jam 16.00 WIB, makan dan memilih istirahat di pos sedangkan perjalanan di lanjutkan keesokan harinya.

22 Juni 2012, jam 05.00 WIB setelah sholat subuh. Berangkat menuju puncak merapi, tanpa beban ransel dan hanya membawa 2 liter air lalu beberapa makanan ringan. Shelter 1, 2 dan 3, Pos 1 dan 2. Baru di watu gajah istirahat, mengisi perut lalu melanjutkan ke puncak. Melewati pasar bubrah, serta jalur pasir menanjak yang cukup melelahkan.

Jam 13.00 tiba di puncak, penuh haru dan takjub dengan panorama yang disuguhkan di puncak. Setelah meletus, kontur puncak garuda menjadi sedikit berbeda, mungkin karena patah akibat dari letusan. Sekitar 1 jam, kami habiskan waktu di puncak untuk sejenak menghirup udara segar, bercampur bau kawah dan panas matahari. Jam 14.00 WIB, turun ke pos pendakian, dan tiba di pos sekitar jam 17.30 WIB.

23 Juni 2012, jam 07.00 berangkat pulang menuju tasikmalaya menggunakan bus ke boyolali. Lalu menaiki bus ke yogyakarta. Sampai di tasikmalaya jam 17.00 WIB.