Pendakian Gunung Argopuro dan Semeru Provinsi Jawa Timur

manajemen perjalanan pendakian gunung

Pendakian Gunung Argopuro dan Semeru Jawa Timur pada bulan november 2011. Mengisi kembali buku catatan perjalanan pendakian gunung-gunung di jawa timur.

Informasi Transfortasi Dari Tasikmalaya:

  • Stasiun Tasikmalaya => Stasiun.Sepanjang => Terminal Bungur Asih => Terminal Probolinggo => Alun-alun Besuki => Baderan => Gunung Argopuro
  • Desa Bremi => Terminal Probolinggo => Terminal Malang (Arjosari) => Pasar Tumpang => Ranupani => Gunung Semeru
  • Gunung Semeru => Ranupani => Pasar Tumpang => Terminal Malang (Arjosari) => Stasiun Gubeng (Surabaya) => Stasiun Tasikmalaya

Pendakian Gunung Argopuro dan Semeru

pendakian gunung sargopuro dan semeru

Kamis, 10 November 2011
Jam 09.00 wib berangkat dari tasikmalaya sampai di baderan hari jumat

Jumat, 11 november 2011
Jam 10.30. Jam 13.00 wib melanjutkan perjalanan sampai di mata air satu jam 18.30 wib.

Sabtu, 12 November 2011
Jam 10.30 wib berangkat sampai di lembah cikasur jam 15.30 wib

Minggu, 13 November 2011
Jam 10.00 wib dari lembah cikasur, bermaksud untuk melanjutkan ke cisentor yang akan menjadi pilhan camp ke 3. Tetapi kami berjalan pada jalur yang salah, sehrusnya dari lembah ci kasur kami berjalan mengambil jalur ke kanan. Akhirnya kami mendirikan tenda di jalur yang salah, karena hari semakin gelap.

Senin, 14 November 2011
Jam 09.00 wib dari jalur nyasar tadi kami kembali ke lembah cikasur, mencari petunjuk untuk menemukan jalur yang bisa membawa kami ke cisentor. Akhirnya, tidak membutuhkan waktu yang lama kami bisa menemukan jalur yang benar untuk menuju ke cisentor.

Sampi di ci sentor jam 14.16 wib. Di cisentor terdapat mata air yang cukup besar dan terdapat shelter untuk di jadikan tempat tidur.

Selasa, 15 November 2011
Jam 07.11 berangkat tanpa membawa ransel, menuju puncak. Melewati rawa embik kami tiba di puncak rengganis jam 09.24 wib, dan tiba di puncak argopuro jam 10.45 wib. Setelah puas berada di puncak, kami bergegas turun melanjutkan perjalanan, tiba di cisentor jam 12.24.

Istirahat dan melanjutkan kembali perjalanan turun ke danau taman hidup pada jam 12.30 wib sampai di danau taman hidup jam 19.20. Kembali kami menginap di danau taman hidup dan ini merupakan camp ke 5 kami dalam pendakian ini.

Rabu, 16 November 2011
Jam 12.30 turun menuju desa bremi, sampai di desa bremi jam 17.25 wib dan memmutuskan untuk menyewa penginapan untuk tidur mala mini.

Kamis, 17 November 2011
Jam 08.25 wib berangkat naik bus menuju gunung semeru, tiba di ranupane jam 18.00 wib langsung beristirahat di pos pendakian ranupani.

Jumat, 18 November 2011
Jam 10.50 wib berangkat memulai pendakian kembali, sampai di ranukumbolo jam 12.30 wib,

Sabtu, 19 November 2011
Dari ranu kumbolo berangkat jam 10.30wib sampai kalimati jam 12.30 wib. Pada jam 24.00 wib berangkat menuju puncak mahameru dan sampai di mahameru pada jam 04.30 wib.

Minggu, 20 November 2011
Dari mahameru kami turun pada jam 07.00 wib sampai di kalimati jam 08.00 wib, packing dan langsung melanjutkan perjalanan ke ranupani pada jam 17.20 wib kami sampai di ranupani. Memutuskan untuk menginap dan memilih melanjutkan perjalanan ke pasar tumpang esok hari.

Senin, 21 November 2011
Dari ranupani menggunakan truk sampai pasar tumpang, naik angkot ke terminal arjosari, naik elf ke stasiun gubeng Surabaya sampai pada jam 19.00 wib.

Selasa, 22 November 2011
Jam 05.30 wib dari stasiun gubeng kami menaiki kereta api, sampai di tasikmalaya jam 19.00 wib

Catatan Pendakian Gunung Argopuro dan Semeru

Waktu di kereta menjelang pulang ke tasikmalaya, dengan kondisi fisik yang sangat menurun. Kita sempat beradu pendapat dan gagasan tentang menghadapi masalah dan bagaimana pandangan kita terhadap orang-orang yang selalu mundur dan mengalah.

Yang pada akhirnya saya menuliskan ini: Salah satu wujud kebesaran hati adalah kesabaran dan sikap yang bersedia untuk mengalah. Mengalah tidak sama dengan kalah. Mengalah melambangkan kematangan jiwa seseorang dalam menghadapi konflik dengan orang lain.

Kebesaran hati bukan bermuara pada hasil menang-kalah, namun seyogianya bermuara pada kemenangan bersama. Itulah sebabnya, ketika seseorang bersedia mengalah dari orang lain, perdebatan bisa diminimalkan, pertikaian bisa dihindari, dan suasana kekeluargaan yang akrab kembali tercipta.

Sebelumnya memang kami semua belum pernah mendaki gunung argopuro, ini jelas menjadi pengalaman bagi kami semua. Saya mengutip beberapa pendapat dari teman-teman, juga dari perjalanan menuju puncak dan turun ke desa bremi. Bahwa ketika kita melakukan ekspedisi, kekompakan antar anggota harus di jaga dan harus tetap terjalin.

Karena dengan demikian, semua masalah akan dapat dihadapi. Ketika kita kompak, mendaki gunung menjadi salah satu aktivitas yang tidak ingin saya tinggalkan sampai kapanpun. Saya seperti menjadi manusia yang paling dekat dengan sang pencipta yang dapat menjungjung tinggi nilai-nilai kehidupan.

Disini kita melihat kebesaran sang pencipta, betapa besar dan kuat ciptaanya. Dan kami berdoa, semoga saja kelak kemana saja kami melangkah, akan selalu mendapatkan hikmah.. Amiin

Salah Jalur
Sempat nyasar di jalur sebelum cisentor, saat berangkat dari lembah cikasur menuju cisentor kami kehilangan tanda-tanda jalur karena pada saat itu padang savana/stepa sangat tinggi. Kami yang seharusnya mengambil jalur ke kanan, malah berjalan lurus dan memasuki hutan basah lebat, melewati beberapa bukit dan akhirnya jalur terputus.

Kami istirahat sejenak, dan mendapatkan sinyal, lalu kami menghubungi pihak KSDA baderan dan akhirnya setelah kami menjelaskan kronologi jalur yang sedang kami lewati, kami mendapatkan informasi bahwa kami sedang berada di jalur jember dan harus berputar arah kembali ke lembah cikasur. Sangat disayangkan, padahal tenaga kami hampir habis terkuras turun-naik bukit. Akhirnya kami putuskan mendirikan tenda, karena hari semakin gelap.

Dalam perjalanan menuju puncak gunung argopuro dan rengganis kami merasakan banyak perbedaan dengan gunung-gunung yang telah kami daki sebelumnya. Padang savana/steva, hewan-hewan seperti merak, babi hutan, serta kondisi hutan yang masih bersih dan sedikit sampah pendaki membuat kami nyaman dan dapat menikmati perjalanan.

Kami puas dengan pendakian ini. Tidak berakhir pada rasa puas tersebut, petualangan kami di gunung semeru kembali menjadi hadiah terbaik di tahun ini. Ranu kumbolo, Oro-oro Ombo, Kali mati, medan pasir dan tentunya mahameru berhasil membuat hati kami menjadi lebih tenang. Sungguh suatu hal yang istimewa bagi kami dapat menyempatkan waktu untuk datang kepada alam gunung semeru.