Naik Gunung Tidak Selalu Tentang Melihat Keindahan Alam

naik gunung tidak selalu tentang melihat keindahan alam

Kelahiran banyaknya sosial media yang semakin mempermudah tindakan pencitraan yang biasa kita sebut dengan “Sharing” membuat banyaknya kaum pemuda dan pemudi semakin tertarik dengan dunia pendakian. Terlalu banyak yang menggembirakan apabila hanya berbagi tentang keindahan alam saja, padahal jauh daripada itu pendakian lebih mendekati pada kondisi sulit bahkan kematian.

Tidak sedikit para pemula yang tertarik dengan dunia pendakian berawal dari melihat foto melalui sosial media seperti facebook, twitter, G+, Instagram, Path dll. Sehingga memberikan dampak kerusakan yang lebih besar terhadap alam dan salah kaprah terhadap makna pendakian gunung. Untuk itu, semua pendaki gunung dituntut agar lebih bijak dalam memaparkan sebuah perjalanan pendakiannya dimanapun, bahwa naik gunung tidak selalu tentang melihat keindahan alam saja.

Kita tidak dapat melupakan kejadian yang dialami oleh para pendaki muda di indonesia, Shizuko yang Meninggal Di Gunung Gede akibat hypotermia, Oki Kumara Putra diusia 17 tahunnya meninggal dunia juga akibat hypotermia di gunung merbabu. lalu kabar duka bulan kemarin tentang Pendaki Tersambar Petir di Bukit Kaba Bengkulu, 2 Tewas 5 Terluka merupakan sebuah kejadian yang patut kita renungkan bahwa pendakian gunung bukan soal keindahan alam dan persaingan “sharing” di dunia maya.

Siapa saja orang yang hendak berangkat mendaki gunung, harus bisa memperhatikan resiko yang akan dihadapi. Tidak cukup dengan itu, semua orang harus mempersiapkan fisik dan mental. Memahami apa itu MANAJEMEN INFORMASI & MEKANISME KEGIATAN, CHECKING PERALATAN YANG WAJIB DIBAWA UNTUK PENDAKIAN, MAMPU MENCUKUPI KEBUTUHAN AIR, MAKANAN (& BAHAN BAKAR), SERTA MEMPEROLEH IZIN & MELAPOR KEPADA PETUGAS POS PENDAKIAN.

Dengan ini, semua pendaki gunung diharapkan dapat mengajak para pemula memahami apa itu arti pendakian gunung dan yang paling penting adalah dapat memotivasi banyak pemula untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam menjalani kehidupannya. Mari mengajak mereka yang tertarik dengan dunia yang penuh dengan perjuangan ini seperti halnya mendidik dan membimbing adik-adik kita. Mereka harus paham bahwa naik gunung tidak selalu tentang melihat keindahan alam saja.