Mengumbar Hawa Nafsu, Mengumbar Diri untuk Binasa

sombong

Hidup dan kehidupan ini jika disetir dan dikemudikan oleh kemauan nafsu tentu akan mengalami kehinaan, dekadensi moral atau kemorosotan ahklak bahkan jauh dari kasih sayang allah. Orang yang sedang menuju kepada allah hendaknya hidup oleh akal yang harus diletakan di muka sedang nafsu harus diletakan di belakang.

Memang sangat mengkhawatirkan jika nafsu itu mengalahkan diri daripada kebingungan jalan dalam menuju kehadirat allah. Jika sampai hawa nafsu itu mengusai dalam kehidupan dan mengalahkan kehendak yang baik pada seseorang, maka akan timbul sifat Ujub, Riya dan Sewenang-wenang terhadap sesama.

Sudah terbukti bahwa orang yang selalu mengumbar hawa nafsu akan binasa, akan memiliki sifat-sifat yang jauh dari kebaikan. Kita bisa mengingat kembali kisah seorang raja fira’un yang hidup di zaman Nabi Musa. Dia adalah seorang yang sangat sombong, congkak dan selalu berbuat sewenang-wenang terhadap sesamanya, menindas rakyat bawahan.

Fira’un berakhir dengan binasa tenggelam di sungai NIL bersama pengikutnya. Itu berasal dari keterlengahannya dan pengumbarannya terhadap hawa nafsu, sehingga dia bersama kaummnya di makan maut yang diakhiri dengan penyesalan.

Oleh karena itu, kita harus pandai mengoreksi diri dalam mengarungi hidup untuk menuju kehadirat allah. Belajar melawan hawa nafsu agar tidak selalu mengumbar dan belajar menguasai akal yang penuh dengan taufik dan hidayat.

Kuliah Malam, Samudera Ma’arifat