Mendaki Gunung, Membuang, Memunguti atau Menjadi Sampah

mendaki gunung

Kita berikan penghargaan terlebih dahulu untuk gerakan para pendaki gunung dan pecinta alam yang sudah melakukan tindakan-tindakan hebat, mampu membawa turun kembali setidaknya satu atau dua kilogram sampah gunung pada setiap pendakiannya. Terlebih bagi mereka yang giat dan aktif secara fokus untuk membawa sampah-sampah turun dari gunung tanpa memperdulikan puncak. Sungguh perilaku yang patut ditiru!

Sebenarnya tumpukan sampah-sampah yang berada di gunung dari sisa para pendaki sudah bukan berita baru lagi. Namun ini perlu ditegaskan bahwa pencemaran tetaplah suatu hal yang tidak benar, karena efeknya sangat merusak. Ini juga menyangkut pada peningkatan jumlah sampah yang setiap tahunnya bertambah. Slogan alamku lestari kini semakin terancam punah.

Buktinya sekarang kita bisa menengok di media sosial banyak orang mengunggah foto sampah yang kian hari semakin banyak saja dan sangat mengotori gunung. Sudah saatnya kesadaran akan sampah ini kembali ditingkatkan menjadi sebuah tindakan nyata untuk memulainya dari diri sendiri.

Sampah gunung itu mencemarkan ekosistem dan merusak keindahan, tetapi para pembuang sampah gunung lebih mencemarkan dan merusak daripada sampah. Memilih menjadi pemungut adalah lebih baik daripada keduanya!

Efek dari perbuatan para pelaku pembuang sampah ini mengakibatkan nama baik para pendaki gunung tercemar. Sama tercemarnya dengan keberadaan gunung saat ini. Tetapi sekarang bukan waktunya untuk mencari siapa para pelaku perusak gunung ini. Sebenarnya saat ini adalah waktu yang tepat untuk memilih apakah kita akan menjadi sang pembuang, pemungut atau menjadi sampah saat pendakian.

Sudah saatnya kita bergerak menjadi pendaki yang sebenar-benarnya menyukai petualangan, rintangan dan keindahan alam. Inilah saatnya kita memilih menjadi pendaki gunung yang sadar akan keelokan gunung dengan selalu membawa turun sampah sebagai tindakan menjaga apa yang kita cintai. Setidaknya, jika tidak mampu membawa seluruh, bawalah sampah kita sendiri.

Jika seorang pendaki sudah mampu membawa sampahnya sendiri atas nama pelestarian alam, maka dia adalah seorang yang sangat tahu arti dari sebuah pendakian gunung. Jadi, apakah Anda akan memilih membuang, memunguti atau menjadi sampah?. Semoga menjadi bahan perenungan bagi kita semua para penggiat alam bebas khususnya pendakian gunung, Ammin. Jangan lupa share dan berkomentar sebagai koreksi. Terimakasih sudah berkunjung.