Makan Tidak Berlebihan Agar Hidup Selalu Berkah

makan tidak berlebihan

Karena perut adalah sarang penyakit, mengendalikan syahwat perut merupakan sebuah terapi jitu guna memperoleh keberkahan anggota tubuh yang sehat. Berhenti makan sebelum kenyang ialah ajang latihan menghaluskan budi, melembutkan perilaku, dan memunculkan sikap santun. Hanya sepertiga bagian makanan yang diisi ke dalam perutnya.

Orang-orang yang rendah nilai intelektualitasnya dapat dilihat dari pola makannya. Tindakan mubadzir berupa sisa makanan berlebihan pada piringnya disebabkan tidak pandai mengukur kapasitas perut dengan pertimbangan akal pikirannya. bagaimana mungkin ia mampu memprediksi kemajuan masa depan melalui analisinya dan perhitungan-perhitungan atas dasar pengetahuannya, sementara dirinya masih bersifat tamak dan rakus.

Yang dimaksud berlebihan adalah melampaui batas kemampuan dan batas kewajaran. Berlebi-lebihan adalah adanya ketidakseimbangan diri. Berlebihan dalam makan dan minum tidak baik untuk tubuh, bahkan cenderung berbahaya, juga akan menghambat perkembangan kondisi jika kepada yang lebih baik. Berlebihan dalam makan meliputi porsi makan, jenis makanan dan pola makan yang tidak teratur.

Berlebihan juga akan merusak atau melemahkan salah satu bagian dari proses pencernaan makanan, sehingga pada tahap selanjutnya akan memudahkan datangnnya berbagai penyakit. Apabila tubuh sudah terserang berbagai penyakit akibat keteledoran dan kelalaian dalam makanan dan minuman seperti berlebih-lebihan, semua aktivitas tidak akan berjalan dengan baik dan sempurna. Kalau tidak segera disadari dan diperbaiki, maka dikhawatirkan hidupnya tidak memiliki berkah.

Berlebihan dalam makan dan minum adalah apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam, “Sesungguhnya termasuk sikap berlebih-lebihan adalah engkau memakan semua yang engkau inginkan (memanjakan selera).” Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan makanlah dan minumlah kalian semua, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang-orang yang berlebihan (QS Al-A’raf [7]:31)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menyukai sifat berlebih-lebihan, termasuk dalam makanan dan minuman, karena sifat berlebihan merupakan kesombongan dan bentuk tabdzir (berlaku boros terhadap harta). Perbuatan tersebut digolongkan kepada perbuatan setan yang terkutuk. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Sesungguhnya orang yang melakukan pemborosan adalah termasuk kawanan setan (QS Al-Isra [17]:27).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menyukai sikap berlebih-lebihan termasuk dalam makan dan minum, karena berlebihan akan merusak organ pencerna makanan yang berada dalam perut, yaitu lambung. Seseorang memasukan suapan makanan ke mulutnya sampai penuh hingga sulit bernapas dan juga memenuhi lambungnya dengan makanan, maka akan terjadi sesuatu yang tidak wajat di dalam perutnya. Abu Hurairah radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa nabi Salallahualaihiwasalam bersabda, “Lambung adalah kolam tubuh. Ke sana cairan mengalir. Apabila lambung sehat, maka cairan akan keluar dengan membawa kesehatan. Dan apabila lambung sakit, maka cairan akan keluar dengan membawa penyakit”.

Melihat dan mengamati pesan Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam, tentang petingnya merawat lambung, maka pada hadis lain beliau bersabda, “Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. kalaupun dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk napasnya.” (HR Al-Tarmidzi, Ibn Majah, dan Muslim)

Melaksanakan segala aktivitas sehari-hari menjadi terasa ringan dan mudah akibat tidak berlebihan makan, termasuk dalam menunaikan ibadah mahdhah atau ghair mahdhah, yang merupakan berkah dan anugerah Allah. Makanan yang dikonsumsi pun akan masuk ke lambung secara tepat dan cepat serta dapat dicerna dengan baik. Sebaliknya, apabila makan secara berlebihan akan menimbulkan sifat malas atau terasa ngantuk karena kenyang, sehingga dia menjadi lalai dari mengingat Allah, dan tentunya tidak mendapatkan berkah Allah.

Pernyataan tersebut dipertegas oleh sabda Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam, “Cairkan makananmu (yang ada di dalam perut) dengan berzikir kepada Allah dan (mendirikan) shalat. Janganlah kalian tidur setelah makan karena dapat membuat hati kalian menjadi keras”

Dari keterangan tersebut, seseorang yang mengonsumsi makanan dan merasa cukup sebelum kenyang, maka berkah Allah subhanahu wa ta’ala akan terasa dengan kondisi tubuh yang semakin baik, bahkan kondisi jiwa dan hatinya akan menjadi lebih baik pula.

Apabila makanan dikonsumsi secara berlebihan, itu hanya menyakiti tubuh sendiri, mengotori jiwa, dan akan menyebabkan keras hati. Maka, sebelum bertobat kepada Allah subhanahu wa ta’ala berkah hidupnya tidak akan memiliki berkah atau kebaikan yang bertambah.

Ibn Sina mengemukakan, “Berkah dan hikmah dari Allah tidak akan masuk ke dalam perut yang sudah penuh dengan makanan. Barang siapa sedikit tidurnya, maka akan terlihat jelas dan nyata berkah pada umur dan waktunya.”

Sumber:
Buku “Agar Hidup Selalu Berkah” Oleh Habib Syarief Muhammad Alaydrus,┬áHalaman 116-119

Semoga bermanfaat