Humor Itu seperti Magnet, Baca Ini Ketika Anda Kehilangan Tawa

tertawa

Berdasarkan penelitian para pakar kesehatan, menujukan bahwa tertawa memang sebenarnya bisa menjadi obat penunjang terbaik. Karena dengan “tertawa”, maka hormon-hormon di dalam tubuh, seperti “endorphin” akan keluar, itu suatu bentuk kimiawi tubuh yang membuat perasaan senang, bisa mengurangi rasa sakit, dan bahkan bisa meningkatkan “sistem imunitas” tubuh pasien.

Dari penelitian juga ditemukan, bahwa tertawa, Anda bisa mengambil oksigen lima kali lebih banyak, dibandingkan jika Anda cemberut. Tertawa juga pasti membuat Anda merasa senang, bahagia dan membuat pikiran lebih cerdas tanggap.

Kalau dilihat sekilas, perasaan gembira dengan tertawa itu mudah dilakukan. tapi kenyataannya tidaklah demikian. Untuk mengajak orang dewasa tersenyum karena merasa geli dan lucu, sungguh sulit, sangat tidak mudah. Padahal, dengan tertawa, secara fisik dan mental orang akan merasa rileks. Perasaan rileks ini sanggup membuat perilaku orang menjadi lebih terkendali.

Berdasarkan survey. Anak berumur di bawah 10 tahun rata-rata tertawa sebanyak 300 kali dalam sehari. Namun semakin beranjak dewasa, maka seseorang semakin berkurang frekuensi tertawanya, semakin sulit dan malas untuk tertawa, dan setelah berusia di atas 20 tahun, kemampuan tertawa merosot jauh sampai hanya berkisar 30 kali saja dalam sehari. Kemungkinan besar inilah yang menjadi penyebab, banyaknya kasus penyakit menyerang orang dewasa, karena mereka merasa “enggan” dan “malu” untuk memulai tertawa lepas.

Cobalah Anda meluangkan waktu sejenak, dengan membaca kisah lucu, bergurau dengan teman atau keluarga anda, membuat anekdot-anekdot yang menggelikan, atau menonton film komedi. Buatlah selalu hati dan pikirn Anda riang gembira dan semangat Anda meningkat.

Tingkat “serotonin” kimiawi di otak kita cenderung meningkat jika kita sedang dalam keadaan pikiran yang senang gembira, dan kebaikan “serotonin” ini bisa menjaga otak tetap dalam keadan segar dan sehat. Jika Anda sedang stres, atau merasa tidak nyman, dan tidak bahagia; ,aka “seortonin” di dalam otak kita akan menurun dengan cepat, yang dalam jangka waktu lama bisa membahayakan otak kita, melemahkan otak kita.

Oleh karena itu, jadilah orang yang selalu senang humor, jadilah seorang “humoris” tulen, dan tertawalah, karena tertawa itu sehat. “Apalah artinya hidup, jika penuh dengan kesemasan, sehingga kita tidak memiliki waktu untuk bangkit dan memandang?” demikian pertanyaan dari penyair W.H. Decies, pada sekitar 100 tahun yang lalu. Meskipun Anda bisa berhasil meraih impian Anda, memperoleh banyak uang, tetapi sungguh sangat ironis, jika karena itu semua membuat Anda menjadi orang yang “terlalu serius”, menjadi orang yang kehilangan rasa humornya.

Kalau seandainya Anda sudah merasakan adanya gejala penyakit “hilang rasa humor” ini, maka Anda harus secepatnya mengambil sikap ceria, penuh kegembiraan; paksakan diri Anda untuk ceria dan tertawa. Pada awalnya itu memang harus dipaksakan lebih dulu, selanjutnya Anda upayakan menjadi sebuah kebiasaan … kebiasaan ceria dan tertawa gembira!

Buanglah “kemurungan” Anda, buanglah rasa sedih Anda, jauhkanlah rasa marah Anda, buanglah kelemahan diri Anda, maka saya jamin Anda tidak menyesalinya saat semua sudah Anda lakukan. Kemudian, Tertawalah! mulailah nnenbiasakan diri Anda untuk Selalu bersikap ceria, berusahalah untuk bergembira seperti pada saat masa kanak-kanak Anda, dan berani untuk tertawa lepas sekarang juga .. Ha … Ha .. Ha … Ha … Ha …

Diambil dari buku: The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit, Humor Itu seperti Magnet, Halaman 123 – 124